Ini link download PPT aspek dan struktur ilmu geografi
https://drive.google.com/file/d/0B2k0EV3JPKCWa3RLaEh6V3l5cm8/view?usp=sharing
Sabtu, 22 Agustus 2015
Minggu, 08 Desember 2013
letak indonesia dan keanekaragaman di dalamnya
Secara
astronomis Indonesia berada pada 60 LU - 110 LS dan 950 BT - 1410 BT artinya
Indonesia terletak didaerah iklim tropis (daerah tropis berada diantara 23 1/20
LU dan 23 1/20 LS). Ciri - ciri daerah tropis antara lain temperatur cukup
tinggi (260C - 280C), curah hujan cukup banyak (700 - 7000mm/ tahun) dan
tanahnya subur karena proses pelapukan batuan cukup cepat.
Bila
dilihat dari geografis , Indonesia terletak pada pertemuan dua rangkaian
pegunungan muda, yakni sirkum pasifik dan rangkaian sirkum mediterania,
sehingga Indonesia memiliki banyak pegunungan berapi. hal tersebut menyebabkan
tanah menjadi subur.
Di
Indonesia terdapat 10% spesies tanaman, 12% spesies mamalia, 16% spesies
reptilia dan amfibi, dan 17% dari spesies burung yang ada di dunia.
Sejumlah spesies
tersebut bersifat endemik, yaitu hanya terdapat di Indonesia dan tidak
ditemukan ditempat lain. Contohnya adalah sebagai berikut:
1. burung cendrawasih
di papua,
2. burung maleo di
sulawesi,
3. komodo di pulau
komodo,
4. anoa di sulawesi.
Kepulauan
Indonesia merupakan tempat dua kawasan/daerah bertemu yaitu kawasan oriental
yang amat kaya akan binatang dan mamalia. Wallace memperhatikan perbedaan pada
flora dan faunanya, dan berhasil menarik garis pada peta sedemikian serupa
sehingga memisahkan kelompok kehidupan satu sama lain.
sejarah terbentuknya daratan Indonesia
Sejarah
terbentuknya daratan di Indonesia berawal pada zaman es. Pada awal zaman es
tersebut, suhu permukaan bumi turun sehingga permukaan air laut menjadi turun.
Pada masa itu, wilayah Indonesia bagian Barat yang disebut juga Dataran Sunda
masih menyatu dengan Benua Asia, sedangkan Indonesia bagian Timur yang disebut
juga Dataran Sahul menyatu dengan Benua Australia. Dataran Sunda dan Dataran
Sahul juga masih berupa daratan belum dipisahkan oleh laut dan selat.
Keadaan
tersebut menyebabkan keanekaan flora dan fauna di Indonesia bagian Barat
seperti Jawa, Bali Kalimantan, dan Sumatera pada umumnya menunjukkan kemiripan
dengan flora di Benua Asia. Begitu pula denga flora dan fauna di Indonesia
bagian Timur seperti Irian Jaya dan pulau-pulau disekitarnya pada umumnya
mempunyai kemiripan dengan flora dan fauna di benua Australia.
Jadi
Indonesia pada masa itu menjadi jembatan penghubung persebaran hewan dari Asia
dan Australia. Kemudian, pada akhir zaman es, suhu permukaan bumi naik sehingga
permukaan air laut naik kembali. Naiknya permukaan air laut mengakibatkan Jawa
terpisah dengan Benua Asia, kemudian terpisah dari Kalimantan dan terakhir dari
Sumatera. Selanjutnya Sumatera terpisah dari Kalimantan kemudian dari
Semenanjung Malaka dan terakhir Kalimantan terpisah dari Semenanjung Malaka
Alfred
Russel Wallacea mengadakan penelitian mengenai penyebaran hewan di Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hewan di Indonesia bagian
Barat dengan hewan di Indonesia bagian Timur. Batasnya di mulai dari Selat
Lombok sampai ke Selat Makasar. Oleh sebab itu garis batasnya dinamakan garis
Wallace. Batas ini bersamaan pula dengan batas penyebaran binatang dan tumbuhan
dari Asia ke Indonesia
Di samping itu seorang
peneliti berkebangsaan Jerman bernama Weber, berdasarkan penelitiannya tentang
penyebaran fauna di Indonesia, menetapkan batas penyebaran hewan dari Australia
ke Indonesia bagian Timur. Garis batas tersebut dinamakan garis Weber.
Sedangkan daerah diantara dataran Sunda dan dataran Sahul oleh para ahli
biografi disebut daerah Wallace atau daerah Peralihan. Mengapa disebut daerah
Peralihan? Karena di daerah ini terdapat beberapa jenis hewan Asia dan
Australia, jadi merupakan daerah transisi antara dataran Sunda dan dataran
Sahul. Misalnya di daerah Sulawesi juga terdapat hewan yang ada juga di Jawa,
contohnya rusa dan monyet, sedangkan di Halmahera juga ada burung Cendrawasih
yang ada di Irian Jaya.
persebaran flora-fauna di dunia
MALESIANA
Malesiana adalah suatu
daerah luas yang meliputi Malaysia, Indonesia, Papua Nugini dan Kepulauan
Solomon. Pada habitat darat dikenal istilah Bioma yaitu daerah habitat yang
meliputi skala yang luas. Berikut ini hanya akan dibahas beberapa bioma utama
yaitu:
1. Bioma gurun dan
setengah gurun
2. Bioma padang rumput
3. Bioma hutan tropis
4. Bioma hutan gugur
5. Bioma hutan taiga
6. Bioma tundra
7. Bioma sabana
8. Bioma hutan bakau (mangroul)
9. Bioma hutan lumut
10. Bioma Hutan Musim
A. Bioma Gurun dan Setengah Gurun
Bioma
gurun dan setengah gurun banyak ditemukan di Amerika Utara, Afrika Utara,
Australia dan Asia Barat. Ciri-ciri: 1. Curah hujan sangat rendah, + 25
cm/tahun 2. Kecepatan penguapan air lebih cepat dari presipitasi 3. Kelembaban
udara sangat rendah 4. Perbedaan suhu siang hari dengan malam hari sangat
tinggi (siang dapat mencapai 45 C, malam dapat turun sampai 0 C) 5. Tanah
sangat tandus karena tidak mampu menyimpan air Fauna: hewan besar yang hidup di
gurun umumnya yang mampu menyimpan air, misalnya unta, sedang untuk hewan-hewan
kecil misalnya kadal, ular, tikus, semut, umumnya hanya aktif hidup pada pagi
hari, pada siang hari yang terik mereka hidup pada lubang-lubang.
B. Bioma Padang Rumput
Bioma
padang rumput membentang mulai dari daerah tropis sampai dengan daerah beriklim
sedang, seperti Hongaria, Rusia Selatan, Asia Tengah, Amerika Selatan,
Australia. Ciri-ciri: 1. Curah hujan antara 25 – 50 cm/tahun, di beberapa
daerah padang rumput curah hajannya dapat mencapai 100 cm/tahun. 2. Curah hujan
yang relatif rendah turun secara tidak teratur. 3. Turunnya hujan yang tidak
teratur tersebut menyebabkan porositas dan drainase kurang baik sehingga
tumbuh-tumbuhan sukar mengambil air. Fauna: bison dan kuda liar (mustang) di
Amerika, gajah dan jerapah di Afrika, domba dan kanguru diAustralia. Karnivora:
singa, srigala, anjing liar, cheetah.
C. Bioma Sabana
Bioma
sabana adalah padang rumput dengan diselingi oleh gerombolan pepohonan.
Berdasarkan jenis tumbuhan yang menyusunnya, sabana dibedakan menjadi dua,
yaitu sabana murni dan sabana campuran.
D. Bioma Hutan Tropis
Bioma
hutan tropis merupakan bioma yang memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan dan
hewan yang paling tinggi. Meliputi daerah aliran sungai Amazone-Orinaco,
Amerika Tengah, sebagian besar daerah Asia Tenggara dan Papua Nugini, dan
lembah Kongo di Afrika. Ciri-ciri: 1. Curah hujannya tinggi, merata sepanjang
tahun, yaitu antara 200 – 225 cm/tahun. 2. Matahari bersinar sepanjang tahun.
3. Dari bulan satu ke bulan yang lain perubahan suhunya relatif kecil. 4. Di
bawah kanopi atau tudung pohon, gelap sepanjang hari, sehingga tidak ada
perubahan suhu antara siang dan malam hari. Fauna: di daerah tudung yang cukup
sinar matahari, pada siang hari hidup hewan-hewan yang bersifat diurnal yaitu
hewan yang aktif pada siang hari, di daerah bawah kanopi dan daerah dasar hidup
hewan- hewan yang bersifat nokfurnal yaitu hewan yang aktif pada malam hari,
misalnya: burung hantu, babi hutan,kucing hutan, macan tutul.
E. Hutan Musim
Di daerah tropis,
selain hutan tropis terdapat pula hutan musim. Ciri tumbuhan yang membentuk
formasi hutan musim:
Pohon-pohonnya tahan
dari kekeringan dan termasuk tumbuhan tropofit, artinya mampu beradaptasi
terhadap keadaan kering dan keadaan basah pada saat musim kemarau (kering),
daunnya meranggas, sebaliknya saat musim hujan, daunnya lebat. Hutan musim
biasa diberi nama sesuai dengan tumbuhan yang dominan, misalnya: hutan jati,
hutan angsana. Di Indonesia, hutan musim dapat ditemukan di daerah Jawa Tengah
dan Jawa Timur. Fauna yang banyak ditemukan rusa, babi hutan, harimau.
Senin, 18 Maret 2013
kurikulum 1994
KURIKULUM 1994
Pada kurikulum 1994 , mata
pelajaran ips mengalami perubahan yang signifikan, yakni sesuai dengan
Undang-Undang no. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Implikasi
dari pelaksanaan UU tersebut adalah muncul kajian kurikulum yang menggantikan
mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) menjadi PPKn.
Kedudukan pendidikan
kewarganegaraan ini masih tetap sebagai mata pelajaran dalam lingkup ips khusus
dan wajib diikuti oleh semua siswa pada semua jenjang pendidikan.
proses pembelajaran dalam kurikulum ini menekankan pada pola pengajaran yang berorientasi pada teori belajar mengajar dengan kurang memperhatikan muatan (isi) pelajaran. Hal ini terjadi karena berkesesuaian suasan pendidikan di LPTK (lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) pun lebih mengutamakan teori tentang proses belajar mengajar. Akibatnya, pada saat itu dibentuklah Tim Basic Science yang salah satu tugasnya ikut mengembangkan kurikulum di sekolah. Tim ini memandang bahwa materi (isi) pelajaran harus diberikan cukup banyak kepada siswa, sehingga siswa selesai mengikuti pelajaran pada periode tertentu akan mendapatkan materi pelajaran yang cukup banyak.
proses pembelajaran dalam kurikulum ini menekankan pada pola pengajaran yang berorientasi pada teori belajar mengajar dengan kurang memperhatikan muatan (isi) pelajaran. Hal ini terjadi karena berkesesuaian suasan pendidikan di LPTK (lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) pun lebih mengutamakan teori tentang proses belajar mengajar. Akibatnya, pada saat itu dibentuklah Tim Basic Science yang salah satu tugasnya ikut mengembangkan kurikulum di sekolah. Tim ini memandang bahwa materi (isi) pelajaran harus diberikan cukup banyak kepada siswa, sehingga siswa selesai mengikuti pelajaran pada periode tertentu akan mendapatkan materi pelajaran yang cukup banyak.
Kurikulum 1994 bersifat populis,
yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh
Indonesia. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah yang khusus
dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan
kebutuhan masyarakat sekitar. Dalam pelaksanaan kegiatan, guru hendaknya
memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar,
baik secara mental, fisik, dan sosial. Dalam mengaktifkan siswa guru dapat
memberikan bentuk soal yang mengarah kepada jawaban konvergen, divergen
(terbuka, dimungkinkan lebih dari satu jawaban), dan penyelidikan. Dalam pengajaran
suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kekhasan konsep/pokok bahasan
dan perkembangan berpikir siswa, sehingga diharapkan akan terdapat keserasian
antara pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang
menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah.
Karakteristik kurikulum 1994 dijabarkan sebagai berikut :
1)
Mata pelajaram IPS
umtuk SD masih menggunakan pendekatan terpadu (integrated) dan berlaku untuk
kelas III sampai VI, sedangkan untuk kelas I dan II tidak sebara ekplisit bahwa
IPS sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri.
2)
Mata pelajaran IPS
untuk SMP tidak mengalami perubahan pendekatan artinya masih bersifat
terkonfederasi yang mencakup geografi,sejarah dan ekonomi koperasi.
3)
Mata pelajaran IPS
untuk SMA menggunakan pendekatan terpisah-pisah atas mata pelajaran sejarah
nasional dan umum untuk kelas I dan II,ekonomi dan geografi untuk kelas I dan II,
sosiologi kelas II,sejarah budaya untuk kelas III program bahasa,ekonomi,sosiologi,tata
niaga dan antropologi untuk program IPS.
Dalam kurikulum SD 1994 IPS merupakan mata pelajaran yang
mempelajari lingkungan sosial. Bahan kajiannya adalah :
v Pengetahuan sosial
Mencakup lingkungan sosial ( sosiologi,antropologi) ilmu bumi,ekonomi,dan pemerintahan (tata Negara)
Mencakup lingkungan sosial ( sosiologi,antropologi) ilmu bumi,ekonomi,dan pemerintahan (tata Negara)
v Sejarah
Ruang lingkup kajian IPS meliputi hal-hal yang berkaitan dengan keluarga,masyarakat setempat,uang,tabungan,pajak,ekonomi setempat,wilayah propinsi,wilayah kepulauan,dan pengenalan kawasan dunia. Ruang lingkup pengajaran sejarah meliputi : sejarah local ,kerajaan di Indonesia,tokoh dan peristiwa,bangunan sejarah,Indonesia pada zaman penjajahan dan beberapa peristiwa penting masa kemerdekaan.
Ruang lingkup kajian IPS meliputi hal-hal yang berkaitan dengan keluarga,masyarakat setempat,uang,tabungan,pajak,ekonomi setempat,wilayah propinsi,wilayah kepulauan,dan pengenalan kawasan dunia. Ruang lingkup pengajaran sejarah meliputi : sejarah local ,kerajaan di Indonesia,tokoh dan peristiwa,bangunan sejarah,Indonesia pada zaman penjajahan dan beberapa peristiwa penting masa kemerdekaan.
Dalam kurikulum SMP 1994
dirumuskan IPS sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari berbagai kenyataan
sosial dalam kehidupan,bidang kajiannya mencakupgeografi,ekonomi dan sejarah.
Metode pengajaran dengan mengacu pada cara belajar siswa aktif (CBSA).
Dalam kurikulum SMU 1994 terdapat
program pengajan umum dan program pengajaran khusus. Pengajaran umum untuk
kelas I dan II,dan pelajaran khusus untuk kelas III. Kedudukan IPS dalam
kurikulum ini memiliki 2 pengertian yaitu sebagai bagian dari program khusus
dan sebagai bahan kajian pada program pengajaran umum. IPS sebagai program
khusus diarahkan untuk mempersiapkan siswa melanjutkan ke jenjang perguruan
tinggi.
Selama dilaksanakannya kurikulum
1994 muncul beberapa permasalahan, terutama sebagai akibat dari kecenderungan
kepada pendekatan penguasaan materi (content oriented), di antaranya sebagai
berikut :
1)
Beban belajar siswa
terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materi/substansi
setiap mata pelajaran.
2)
Materi pelajaran
dianggap terlalu sukar karena kurang relevan dengan tingkat perkembangan
berpikir siswa, dan kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi
kehidupan sehari-hari.
3)
Proses pembelajaran
bersifat klasikal dengan tujuan menguasai materi pelajaran, guru sebagai pusat
pembelajaran. Target pembelajaran pada penyampaian materi.
4)
Evaluasi atau sistem
penilaian menekankan pada kemampuan kognitif. Keberhasilan siswa diukur dan
dilaporkan atas dasar perolehan nilai yang dapat diperbandingkan dengan nilai
siswa lain. Ujian hanya menggunakan teknik paper and pencil tes.
Permasalahan di atas terasa saat berlangsungnya
pelaksanaan kurikulum 1994. Hal ini mendorong para pembuat kebijakan untuk
menyempurnakan kurikulum tersebut. Salah satu upaya penyempurnaan itu
diberlakukannya Suplemen Kurikulum 1999. Penyempurnaan tersebut dilakukan
dengan tetap mempertimbangkan prinsip penyempurnaan kurikulum, yaitu
1)
Penyempurnaan
kurikulum secara terus menerus sebagai upaya menyesuaikan kurikulum dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan kebutuhan
masyarakat.
2)
Penyempurnaan
kurikulum dilakukan untuk mendapatkan proporsi yang tepat antara tujuan yang
ingin dicapai dengan beban belajar, potensi siswa, dan keadaan lingkungan serta
sarana pendukungnya.
3)
Penyempurnaan
kurikulum dilakukan untuk memperoleh kebenaran substansi materi pelajaran dan
kesesuaian dengan tingkat perkembangan siswa.
4)
Penyempurnaan
kurikulum mempertimbangkan berbagai aspek terkait, seperti tujuan materi,
pembelajaran, evaluasi, dan sarana/prasarana termasuk buku pelajaran.
5)
Penyempurnaan
kurikulum tidak mempersulit guru dalam mengimplementasikannya dan tetap dapat
menggunakan buku pelajaran dan sarana prasarana pendidikan lainnya yang
tersedia di sekolah
Langganan:
Postingan (Atom)